google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 Dua Wajah di Balik Sajadah google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

13 Agustus 2010

Home » » Dua Wajah di Balik Sajadah

Dua Wajah di Balik Sajadah




Untuk Apa kalian sholat, jika hanya akan memperbesar nyala api jahanam dalam hati dan sanubarimu, tanggalkan saja kopyah dan mukenah mu, mungkin kalian akan lebih berharga jika telanjang saja sambil asyik masyuk bermasturbasi ria di dalam kamar mandi terkunci. Karena sebenarnya nafas Illahi itu, tak pernah membekas dari sujudmu.


Ternyata saya lebih menyukai kalian yang diam . Dari pada mereka yang setiap hari menyibukkan diri dengan ibadah; sholat, wara-wiri ke mesjid, da'wah ngalor ngidul sampe mulut berbusa, sok alim, sok ramah sok suci dan sebagainya. Jika saja saya bisa membongkar isi hati mereka dan memajangnya di keramaian pasar, saya yakin, akan ada satu jenis penyakit baru lagi yang susah di carikan obatnya. Penyakit yang timbul dari rasa malu mereka karena aibnya terbongkar kemana-mana. Jika saja saya bisa memahami ilmu gerak tubuh atau memiliki mesin translate kata, pasti sudah saya sebarkan kepalsuan mereka.
Sebenarnya apa yang kalian cari dari hidup semu mu itu? harta yang banyak? kejayaan? wanita? jika semua itu yang kalian cari, kenapa harus susah susah menipu diri, menyibukan hati dan mengatur tutur supaya manis dan santun?


Tak usah berpayah-payah mengatur gerak dan laku, karena hidupmu tak berskenario, tampilkan saja apa adanya kalian. Saya akan lebih menghargai kalian jika kalian melepas saja topeng wajahmu yang Alim dan muslim, karena hatimu tidak lebih dari sekedar onak duri dan kelenjar bisa yang berbahaya. Saya lebih menghargai dan menyukai kalian yang terang-terangan berkata: "saya adalah maling dan pencuri". Dan itu mungkin lebih mulia, karena kalian memang dilahirkan, di besarkan dan di hadirkan ke dunia ini ter stempel dan ber-merek " pencuri dan maling. Kenapa harus malu? Tuhan lebih menyukai dan mencintai hambanya yang jujur, dan tidak takabur.

Marilah kita belajar hidup dengan jujur. Kenapa harus berpura-pura? jika terus sikap dan laku kalian yang sekarang tetap di pelihara; maka sungguh kasihan sekali nasib kalian. Tuhan memang tidak pernah adil untuk orang seperti kalian. bakar saja kitab sucimu, atau kencingi mihrab sholatmu. Untuk kalian akan lebih pantas dan lebih elok menjadi penari bugil, atau bintang film porno. Tanggalkan peci, sarung, mukenah kalian, buang sajadah kaliah, dan mulailah berlenggak lenggok di catwalk, sambil memamerkan payudara , bokong, dan buah pelir kalian. dan saya rasa itu adalah lebih cocok dari pada harus berpura-pura menjadi penda'wah tabligh kemana-mana, mengumbar kebohongan, menjual kepalsuan, menambah dosa kalian saja.

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading