google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 4 Mitos Seputar Bayi google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

20 Agustus 2010

Home » » 4 Mitos Seputar Bayi

4 Mitos Seputar Bayi

Datangnya si bayi ke dalam rumah selain mendatangkan rasa bahagia, juga mengundang rasa bingung untuk para orangtua baru. Maksud hati menambah informasi dengan mendengarkan banyak orang, membaca banyak buku, juga menonton banyak acara televisi seputar bayi. Tetapi, justru makin banyak nasihat yang membingungkan. Supaya tak terlalu bingung, simak 4 mitos seputar bayi berikut


1.Bayi perlu BAB sekali sehari
Para orangtua muda berpikir bahwa bayinya sedang konstipasi, padahal tidak, ujar Andrew Adesman, MD, kepala perkembangan dan perilaku anak di Schneider Children's Hospital, di New York. Saluran pencernaan bayi memang mengalami pergerakan setiap harinya, namun kadang bayi baru bisa BAB setiap 3-4 hari sekali, dan hal ini bisa berlangsung sekitar 2-3 bulan. Jika pergerakan dalam saluran pencernaan sudah sangat keras dan tidak teratur, atau Anda melihat ada darah di popoknya, segera hubungi dokter si kecil.

2. Bayi harus dimandikan setiap hari

Seperti Anda ketahui, mandi bisa mengurangi kelembapan pada kulit, baik untuk orang dewasa maupun untuk bayi. Karena kulit bayi sangat rentan dan tipis, mandi terlalu sering bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi. Plus, duduk di dalam air sabun bisa menyakiti saluran uretra bayi perempuan, dan bisa berujung pada infeksi saluran urin. Asalkan si bayi tidak terlalu kotor atau lengket karena terlalu banyak diberi bedak atau lotion, Anda cukup mengelapnya saja, tak perlu memandikannya terlalu sering, terang Adesman.

3.Bayi yang berkembang lebih cepat daripada yang normal, lebih berbakat

Seringkali orangtua menaruh harap sangat tinggi agar anaknya bisa berjalan atau bicara di usia yang sangat muda, kalau bisa lebih cepat dari rata-rata bayi lain. Dengan harapan, jika ia bisa melakukan gerak motorik lebih cepat, berarti ia akan lebih pintar ketimbang anak lainnya. Padahal, di beberapa kasus, “pencapaian” lebih cepat semacam ini justru merupakan potensi masalah. Misalnya, ketika si anak menunjukkan kecenderungan penggunaan tangan kanan atau kiri sebelum usia 18 bulan, maka berarti ada sesuatu yang mesti diperiksakan. Pada usia tersebut, sebenarnya anak sedang belajar mengkoordinasikan otak kanan maupun kiri, yang masing-masing mengendalikan tangan kiri dan tangan kanannya.


4.Menyentuh bagian terlembut di kepala akan melukai otak bayi

Bagian fontanel, atau bagian lembut di bagian depan kepala bayi adalah bagian yang terbuka dari tengkorak kepala yang belum tertutup rapat, tapi terselubung oleh kulit. Bagian tersebut terlihat sangat rentan, karenanya orangtua sangat takut dengan bagian tersebut. Padahal sebenarnya bagian tersebut cukup aman. Biasanya, bagian tersebut akan benar-benar tertutup rapat oleh tengkorak di usia 1 tahun, sementara bagian lembut di bagian belakang kepala bagi akan tertutup di usia bayi menginjak 2-3 bulan.

Sumber: Kompas.com

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading