google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 Menikah Dengan Kuntilanak google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

19 Juli 2010

Home » » Menikah Dengan Kuntilanak

Menikah Dengan Kuntilanak



Photo atau gambar di atas, bukan photo atau gambar dari kuntilanak yang saya maksud. photo tersebut saya ambil dari salah satu website, dan satu lagi saya quote dari web Dream Indonesia sekedar untuk memberi warna dari tulisan saya ini. Demikian juga dengan judul yang saya berikan untuk tulisan ini, karena tidak menemukan judul yang pas, maka saya tulis saja "Menikah Dengan Kuntilanak".
Jika anda bertanya apakah tulisan ini benar-benar sebuah kejadian yang pernah dialami oleh seseorang atau cuma fiksi, maka saya jawab; tulisan ini sepenuhnya berdasarkan atas penuturan orang yang benar benar mengalami kejadian tersebut, yang dalam hal ini tidak saya tampilkan nama dan wajahnya sekedar untuk menjaga privasi dia.

Sebut saja namanay Kardi. Pria lajang berumur kurang lebih 34 tahun itu, sebenarnya pria normal akan tetapi karena kardi sering bersikap aneh dan tidak sewajarnya, sehingga orang-orang meng klaim dia sebagai orang tak waras atau gendheng (bhs: jawa=gila). Perilaku yang sering di lakukan oleh kardi yang kadang membuat orang lain ketakutan atau lari menghindar adalah, dia sering bicara dan tertawa sendiri, atau kadang-kadang dia berlari layaknya seorang penunggang kuda, yang sedang mengendalikan kudanya yang berlari kencang. Pernah suatu saat ditengah malam, ketika orang lain sedang nyenyak tidur dia berteriak memanggil manggil nama seseorang dari atas pohon di ketinggian sekitar 7 meter dari tanah. Dan anehnya, ketika kondisinya normal, dia lupa dengan semua yang di lakukannya. Seperti mimpi saja mungkin. Artinya dia melakukan semuanya tanpa sadar. Karena sikap ganjil tersebut datangnya tiba-tiba dan hilangnya pun tiba-tiba pula. Biasanya jika penyakit gendhengnya akan kambuh selalu di awali dengan tidur berjam-jam tanpa ada yang bisa membangunkan. mungkin pingsan atau apa saya tidak mengerti. Biasanya memakan waktu selama 4 jam, dan setelah itu dia akan terbangun seperti orang bloon, lalu kemudian seperti ada seseorang yang sedang dia ajak bicara (walaupun sebenarnya tidak ada orang lain bersama dia) kemudian marah, dan membentak bentak. Biasanya jika tingkat amarahnya meledak terlalu tinggi, akan disertai dengan melempar atau membanting sesuatu kesembarang arah. Lalu dia lari sekencang kencang nya seperti orang yang sedang mengejar maling.



Dan kemarin saya mendengar katanya Kardi hilang. Menurut orang tuanya, sudah hampir empat hari Kardi tidak pulang ke rumah tanpa ada yang tahu kemana perginya.Menurut beberapa informasi dan sumber yang pernah melihat dia, sebelum kepergiannya, Kardi pergi berjalan menuju ke arah barat dengan memakai pakaian ala pengantin. Jas hitam, peci dan untaian bunga melati di lehernya. Kesaksian ini di tuturkan oleh lima orang dengan pemberitaan yang sama bahwa; Kardi pergi dengan berpakaian pengantin. Bahkan satu dari lima orang saksi tersebut mengatakan bahwa; dia sempat melihat ada dua orang yang mendampingi dia dan tiga orang yang lain mengiringkan di belakang.
Setelah ada kesaksian seperti itu, beberapa kerabat dan tetangga kumpul untuk mencari kardi dengan mempersiapkan tetabuhan seperti; lesung, interan, ember dan beberapa alat dapur lainnya, karena mereka percaya bahwa Kardi di culik oleh mahluk halus. Hal ini biasa dilakukan oleh warga desa kami, jika ada anggota keluarganya yang menghilang tanpa di ketahui kepergiannya. Karena ada saksi yang memberitahu bahwa Kardi dan orang asing yang membawanya pergi ke arah Barat, maka merekapun berduyun-duyun ke arah Barat. Dan arah yang dimaksud adalah komplek pekuburan. Beberapa meter dari pekuburan adalah hutan semak, dan tumbuhan liar. Ada banyak pohon-pohon besar di situ.
Tidak terasa pencarian sudah hampir mamakan waktu 5 hari, tapi belum juga berhasil. Dan di hari ke 7 tepat nya hari Rabu kliwon, jam 10 malam, rombongan pencari yang sedang duduk duduk di dekat kuburan cina (Kami biasa menyebutnya "Bong")tiba-tiba melihat Kardi sedang duduk bersila di atas Bong tersebut. Kontan rombongan menyerbu ke arah itu bermaksud mengambil kardi, tapi tiba-tiba Kardi berlari Menuju ke dalam hutan. Rombongan sempat terhenti karena mereka merasa kehilangan jejak. Beberapa dari Kami menyarankan untuk tidak mengejar ke dalam hutan, karena pertimbangan keselamatan,tapi sebagian yang lain, yaitu beberapa dari Kerabat Kardi sendiri bersikukuh untuk mencarinya masuk ke dalam.Akhirnya di putuskan sebagian dari kami menunggu di atas Bong dan sebagian lagi masuk ke dalam hutan menembus kegelapan. Karena kami tidak membawa penerangan yang cukup, akhirnya beberapa orang memutuskan untuk pulang, termasuk saya.
Kami mendatangi rumah Kardi. saat itu waktu menunjukkan pukul 3.30, hampir menjelang subuh. Seperti biasanya, kami berkumpul di rumah orang tua Kardi, setelah pencarian, untuk bertukar pikiran dan pendapat. Akan tetapi baru beberap menit kami duduk, tiba-tiba kami mendengar suara seperti ada orang di luar yang sedang tawar menawar harga. Beberapa dari kami beranjak keluar, dan betul saja , ada dua becak berhenti pas di depan. Dan yang membuat kami kaget, ternyata yang baru saja turun dari becak, ternyata kardi. Kontan seluruh keluarga di situ berhamburan menyambut kardi dengan suka cita, di barengi dengan tangis orang tua dan para kerabat yang ada di situ.

Keluarga Kardi meminta kami untuk menemani mereka barang dua atau tiga malam lagi, karena mereka takut nanti Kardi minggat lagi. Selama Kami menemani keluarga Kardi, kami berhasil mengorek penuturan kardi, bahwa; menurut nya,lima hari yang lalu, dia baru saja dinikahkan dengan gadis yang bernama "Sariti". Oleh orang tua Sariti atau mertuannya, dia di suruh pulang dulu, sekedar memberi kabar jika dia sudah menikah. Dan masih menurut penuturannya, bahwa dua atau tiga hari setelah kepulangannya, dia nanti akan di jemput lagi, ke rumah orang tua Sariti. Inilah alasan mengapa orang tua Kardi meminta kami untuk menemani mereka sampai situasi benar-benar aman.




Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading