google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 HUMOR DAN GUYONAN SEGARR google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

01 Mei 2010

Home » » HUMOR DAN GUYONAN SEGARR

HUMOR DAN GUYONAN SEGARR

MATI KETAWA ALA POLANDIA

Lelaki pencemburu:

Sebelum berangkat berlibur, seorang suami yang pencemburu:
Minta temannya untuk menjaga dan mengawasi istrinya selama ia tidak ada;
“Kalau terjadi sesuatu yang istimewa, beritahukanlah secepat mungkin!” pesannya kepada sang teman.
Delapan hari setelah keberangkatannya, diterimanya pesan dari temanny; pulang lah segera!”
“Apa yang terjadi?” Tanyanya setibanya di rumah.
“Sejak engkau berangkat, setiap malam istrimu di kunjungi pemilik toko seberang jalan itu. Baru pagi-pagi buta ia pulang meninggalkan rumahmu..”
“Lho, kenapa baru kemarin kamu kasih tau aku?”
“Sebab kau wanti-wanti aku: kalau terjadi sesuatu yang istimewa, beritahulah secepat mungkin! Nah..! semalam pemilik toko itu tidak muncul..”


“Pak Istri saya hilang..”
“Kapan?”
“Yaa, kurang lebih sebulan yang lalu..”
“Kenapa baru laporkan hari ini?”
“Yaa.. sebab makan waktu lama bagi saya untuk bisa percaya bahwa nasib saya tiba-tiba menjadi sebaik ini.”


Semua Teman meyakinkan Malinowski bahwa istrinya;
Terus melacurkan diri dengan macam-macam lelaki. Setelah bukti ada di tangan, Malinowski menceraikan istrinya secara resmi.
Sehabis pulang dari persidangan, Malinowski berdiri di depan gedung pengadilan untuk berpisah dengan istrinya.
“ Mari kita berpisah, sebagai dua sahabat..tetapi katakanlah kepadaku, apakah anak kelima adalah anakku?”
“sumpah! Anak terakhir itu memang betul anakmu sendiri!”


Percakapan sepasang suami istri
“sudah lima tahun kita kawin. Tetapi saya malu, malu, maluu… Orang tua kita selalu membayar kontrakan untuk kita. Paman saya secara teratur membelikan kita pakaian. Kakak perempuan saya, setiap bulan mengirimkan separuh gajinya.. situasi semacam ini tidak boleh berlangsung terus menerus!”
“Kau benar! Empat saudara laki-lakimu seharusnya mulai mengirim uang untuk kita”

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading