google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 usi2506.Blog Suka-Suka: ekspresi hati google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8
Tampilkan postingan dengan label ekspresi hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekspresi hati. Tampilkan semua postingan

04 April 2011

Kepada Plagiator


Photobucket





Ini adalah sebuah ekspresi kekecewaan saya, yang entah sudah berapa lama saya pendam. setelah beberapa lama mengendap, bahkan hampir membeku tiba-tiba kekecewaan itu kembali membuncah menggedor dinding kejengkelan saya, setelah saya mendengar khabar pahit yang saya terima dari seorang kawan, bahwa skripsi saya yang saya susun dengan peluh dan keringat saya, tiba-tiba berpindah tangan pada orang lain. Jika sekedar untuk koleksi dan perbandingan, mungkin tidak apa, karena tujuan saya memajang skripsi saya pada weblog, adalah supaya orang lain tahu, dan mengerti bagaimana menyusun sebuah karya tulis (skripsi)akan tetapi jika sang pencatut itu kemudian mengakui nya sebagai hasil karyanya sendiri, maka lain lagi permasalahannya. Hal itu sudah jelas-jelas melanggar kode etik dan kode moral. Dan yang lebih mengejutkan justru berbalik telunjuk; kita yang di tuduh sebagai sang plagiat.

Dalam posting ini, saya menghimbau kepada sesama blogger atau reader, untuk belajar bersikap ksatria, berani menunjukkan kelemahan diri sendiri, dan mengakui kelebihan orang lain. Menyadur atau menyalin bukan tidak boleh, sah-sah saja, selagi masih dalam koridor dan kewajaran. Namun begitu ada etika yang harus kita jaga dan hormati. Peraturan tidak tertulis tersebut seyognya nya dijunjung tinggi demi menjaga rasa persaudaraan sesama blogger atau antara blogger dan reader. Sehingga harmonisasi tetap terpelihara. Tunjukanlah bahwa anda adalah ksatria, akui kelebihan orang lain .. dan katakan bahwa saya dapat dari orang lain. marilah kita belajar jujur, ..sekali lagi jujur,
semoga kepada siapa saja yang membaca tulisan ini, bisa mengerti dan lebih berhati-hati terhadap para penyadap dan plagiator, yang menjadi parasit di dunia blogger.


Read More

13 Agustus 2010

Dua Wajah di Balik Sajadah




Untuk Apa kalian sholat, jika hanya akan memperbesar nyala api jahanam dalam hati dan sanubarimu, tanggalkan saja kopyah dan mukenah mu, mungkin kalian akan lebih berharga jika telanjang saja sambil asyik masyuk bermasturbasi ria di dalam kamar mandi terkunci. Karena sebenarnya nafas Illahi itu, tak pernah membekas dari sujudmu.


Ternyata saya lebih menyukai kalian yang diam . Dari pada mereka yang setiap hari menyibukkan diri dengan ibadah; sholat, wara-wiri ke mesjid, da'wah ngalor ngidul sampe mulut berbusa, sok alim, sok ramah sok suci dan sebagainya. Jika saja saya bisa membongkar isi hati mereka dan memajangnya di keramaian pasar, saya yakin, akan ada satu jenis penyakit baru lagi yang susah di carikan obatnya. Penyakit yang timbul dari rasa malu mereka karena aibnya terbongkar kemana-mana. Jika saja saya bisa memahami ilmu gerak tubuh atau memiliki mesin translate kata, pasti sudah saya sebarkan kepalsuan mereka.
Sebenarnya apa yang kalian cari dari hidup semu mu itu? harta yang banyak? kejayaan? wanita? jika semua itu yang kalian cari, kenapa harus susah susah menipu diri, menyibukan hati dan mengatur tutur supaya manis dan santun?


Tak usah berpayah-payah mengatur gerak dan laku, karena hidupmu tak berskenario, tampilkan saja apa adanya kalian. Saya akan lebih menghargai kalian jika kalian melepas saja topeng wajahmu yang Alim dan muslim, karena hatimu tidak lebih dari sekedar onak duri dan kelenjar bisa yang berbahaya. Saya lebih menghargai dan menyukai kalian yang terang-terangan berkata: "saya adalah maling dan pencuri". Dan itu mungkin lebih mulia, karena kalian memang dilahirkan, di besarkan dan di hadirkan ke dunia ini ter stempel dan ber-merek " pencuri dan maling. Kenapa harus malu? Tuhan lebih menyukai dan mencintai hambanya yang jujur, dan tidak takabur.

Marilah kita belajar hidup dengan jujur. Kenapa harus berpura-pura? jika terus sikap dan laku kalian yang sekarang tetap di pelihara; maka sungguh kasihan sekali nasib kalian. Tuhan memang tidak pernah adil untuk orang seperti kalian. bakar saja kitab sucimu, atau kencingi mihrab sholatmu. Untuk kalian akan lebih pantas dan lebih elok menjadi penari bugil, atau bintang film porno. Tanggalkan peci, sarung, mukenah kalian, buang sajadah kaliah, dan mulailah berlenggak lenggok di catwalk, sambil memamerkan payudara , bokong, dan buah pelir kalian. dan saya rasa itu adalah lebih cocok dari pada harus berpura-pura menjadi penda'wah tabligh kemana-mana, mengumbar kebohongan, menjual kepalsuan, menambah dosa kalian saja.
Read More

12 Agustus 2010

Ketika hati terdorong untuk berdusta



Kenapa kita mesti berdusta, jika jujur itu terasa lebih nikmat dan nyaman? kenapa kita harus bersusah payah mengarang dan mencari alasan yang dibuat dan direkayasa hanya sekedar untuk dan demi menyelamatkan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting dan berharga? kenapa kita harus berbohong?
Alasan kenapa kita berbohong, dan kenapa kita harus berpayah-payah mencari dan membuat dalil baru untuk di jadikan alasan adalah karena kita takut perbuatan kita akan di ketahui oleh orang lain. Atau laku kita yang kurang terpuji akan diketahui oleh keluarga kita; orang tua, mertua, istri, anak dan saudara-saudara kita. Karena alasan tersebutlah kita berbohong dan berdusta. Dengan melakukan bohong maka beres sudah semua persoalan. Dan begitu seterusnya..sehingga tanpa kita sadari file bohong kita sudah memanjang bak lajur kereta saja nampaknya. Kenapa? karena secara otomatis, ketika kita sudah menjatuhkan pilihan untuk berbohong, maka bohong bohong yang lain akan mengikuti di belakangnya. Dan itu pasti.

Kebiasaan berbohong yang sudah tertanam sejak kecil,apakah itu pengaruh didikan orang tua atau nasehat menyesatkan yang sering kita dengar bahwa; bohong tidak apa - apa jika untuk sebuah kebaikan. Atau,... jika kita tidak tahu harus bagaimana, dan jika tidak begitu maka nyawa kita akan melayang, maka bohong merupakan kata wajib yang harus kita terapkan... Wasiat itulah yang kemudian mengakar pada hati kecil kita. Kalimat warisan yang diberikan oleh orang tua atau guru kita kini menjadi judgement atau statement pembenaran kita untuk melakukan kebohongan. Sadarkah kita bahwa, serapih-rapihnya kita menyimpan bangkai, suatu saat bau'nya akan tercium juga? dan sepandai pandai kita berkelit lidah, suatu saat..Tuhan akan menunjukkan kesalahan kita kepada orang lain sehingga terbongkarlah aib kita. Dan tidak ada sesuatu yang paling memalukan serta menyakitkan dari terbongkarnya aib kita kepada keluarga kita dan orang lain, tapi tak bisa di kata lain lagi, karena semua itu merupakan akumulasi dosa yang harus kita tebus, kecuali kita ingin agar semua itu menjadi sekam pembakar di neraka nanti.

Mulai sekarang, marilah kita berusaha untuk mengatakan apa adanya. Merah kita katakan merah, dan jika putih kita katakan yang sebenarnya. Kenapa harus berat? jika ucapan yang sebenarnya terasa sakit dan pahit , tentu akan lebih sakit dan pahit lagi andai kebohongan kita terbongkar dan di ketahui belakangan.

Read More

08 Agustus 2010

35 Jam yang lalu Katanya Aku Sudah Mati



Tak ada yang ku ingat lagi, kecuali tangis yang memenuhi ruang dimana untuk pertama kalinya aku tersadar dan terbangun. Pelukan erat dari orang tuaku, yang kemudian disusul oleh istri dan anak-anaku sambil menumpahkan semua air mata dan jerit yang entah harus aku katakan seperti apa. Tapi semua itu belum cukup untuk menyadarkan angan-angan dan pikiran warasku. Dalam ketidakmengertian yang tidak di mengerti oleh mereka, aku terus mencari jawab dari peristiwa tersebut. Beberapa orang terlihat berkerumun disekelilingku sambil berusaha mengembalikan akal sehatku dengan berbagai do'a - do'a yang dibaca dari dari seribu mulut komat-kamit di depanku. Dan beberapa saat setelah itu, kemudian aku tak ingat apa-apa lagi, demikian juga dengan mereka yang baru saja mengelilingiku hilang lenyap entah kemana. Tak ada lagi suara yang kudegar kini, suara tangis orang tuaku, istri dan teman-teman dekatku yang aku dengar tadi, tiba-tiba hilang dan sepi.

Aku tidak tahu, siapa siapa aku dan di mana sekarang. Tiba-tiba saja aku terlempar di sebuah tempat yang asing, yang tidak pernah aku singgahi sebelumnya. Tapi di tempat itulah awal nya aku berada, sebelum aku tersadar dan mendengar suara tangis orang tua, istri dan anak-anakku di ruang tengah itu. Kini tiba-tiba kembali berada di sini lagi, setelah tangis dan ratap dari keluargaku menghilang dan sepi. Bentangan jalan panjang yang nampak tidak ada ujung, tegas membelah kanan kiri arena kosong. Ada beberapa kabut putih di depan, menutup ujung jalan pada batas titik pandanganku. Tak ada orang tempat aku bertanya. Seperti kota mati saja, lengang dan kosong.
Ringan langkahku, tak ada beban yang memberat. Dan aku baru mengetahuinya kemudian bahwa tak ada tanah yang kupijak dibawah. Atau memang,..mungkin karena aku yang melayang sehingga aku tidak menemukan tanah tempat aku berpijak dibawahku? yang jelas, seperti balon udara rasanya aku berjalan..di atasku langit mendung, tapi bukan mendung..ya, langitku berwarna hitam. Terus aku titi dan tapaki, jalan lurus yang membentang kaku dihadapanku..terus dan terus. tanpa teman. Tanpa kawan.



Entah dalam rentang waktu berapa lama aku berjalan, tapi belum juga sampai di ujung jalan itu. Aku ingin menangis, tapi tak ada air mata yang keluar. Demikian juga ketika aku berusaha menjerit sekuat-kuatnya, tak ada suara dari mulutku. Ketika itu lah samar-samar aku mendengar suara seseorang memanggil-manggil namaku. Aku kenal suara itu, ya, aku mengenalnya.. itulah suara ibuku..
"Ibuuuuuuuuu....." tiba-tiba suaraku keluar..dan..Ohh..seperti terlempar dengan keras..tiba-tiba aku sudah berada diantara suara-suara itu lagi..suara ibuku..suara istriku suara anak-anaku..dan beberapa tetangga yang mengerumuniku. seperti terjaga dari mimpi, lalu aku peluk ibuku, istri dan anak-anakku..aku tumpahkan air mataku sambil memeluk mereka..
Ya, Tuhan.. rupanya aku baru saja dibawa ke alam kematianku..


Read More

16 Juni 2010

Love....



Woman was made from the rib of man,
She was not created from his head top him,
Nor from his feet to be stepped upon,
She was made from his side, to be close to him
From beneath his arm, to be protected by him
Near his heart to be loved by him


Cinta adalah suatu ikatan magis, yang mengikat antara hati dan hati, Ia adalah Taman Kehidupan menebar semerbak wewangian yang dihirup oleh semua jiwa. Mengirimkan nawala pada hati yang terpesona, menjadikannya indah segala yang dilihat, segala yang dipandang, dan segala yang dikenang..

Bak kemilau bulir embun pagi, memancar jernih,
menumbuhkan kesejukan dan gairah dalam sanubari hati nan dalam.

Demikianlah,
Cinta telah dihadirkan pada hati suami terhadap istrinya,
Pada seorang ibu terhadap anak-anaknya,
Dan pada semua mahluk di dunia. Read More

15 Juni 2010

Dari Hati Seorang Wanita: "Ya Allah Mengapa Suamiku Lebih Suka Kumpul Bersama Teman-Temannya Dari Pada Duduk Disamping Istrinya?"



Ya Allah..Apa yang salah dari diriku? Kenapa suamiku tidak pernah betah duduk berlama-lama disampingku? Apa yang salah dari aku ya Allah, Adakah sesuatu kelalaian, yang menyebabkan suamiku lebih suka berkumpul, bercanda, tertawa dengan teman-temannya, daripada bersenda dengan aku dan anak-anaknya..Ya, Allah..


Demikian sepenggal doa pilu, yang pernah aku dengar dari mulut seorang wanita. Doa pendek yang diulang-ulang,seperti ingin mempertegas sebuah permintaan, dan harapan untuk seseorang yang dia cinta, yang sekarang telah menelantarkan hatinya. Kata tak pernah di sambut kata, dan tanya hanya disambut dengan anggukan tak berarti.



Saya disini; akan berbicara tentang perempuan, yang telah menghabiskan waktunya, berbakti kepada sang suami,dengan harapan mendapat imbalan kasih sayang, mendapatkan dekap kehangatan, namun yang ia dapat kemudian hanya perlakuan yang menyakitkan.Keacuhan dan rasa tidak butuh justru yang dia rasakan. lalu , apa lagi yang harus dia lakukan? jika semua laku dan sikap,sebagai gambaran kasih nya itu, tak juga bersambut baik di hati sang suami?

Sesungguhnya, sang suami telah melupakan kodrat istrinya sebagai mahluk lemah. Mahluk yang terlalu sering digerakan oleh perasaan hatinya. Mahluk yang selalu bertanya:"Kenapa?" ..

Wahai kaum pria, Wanita dengan penuh amanah menunjukkan kepadamu,jalan terdekat untuk menggapai hatinya,dan untuk menjamin kecintaan dan ketaatannya. Sesungguhya dia ingin berkata:

Wahai, suamiku..hendaklah engkau mengucapkan kata-kata yang baik, kepadaku, kepada anak-anakmu, supaya ada ketenangan dan kedamaian dihati istri dan anak-anakmu..Tunjukkan keluhuran budi, dan kehalusan tutur untuk mereka..engkaulah naungan hati mereka dan diriku, ..



Demikianlah wahai para suami,dengarkanlah jerit para istri-istrimu ketika mereka mengadu dan berkata lirih kepada tuhannya. Perempuan tidak mempunyai ungkapan yang lebih mendidik, yang dapat memberimu petunjuk selain sabda Nabi SAW:

Orang mu'min yang paling sempurna imannya aalah orang ang paling baik diantara kalian, dan yang paling baik kelakuan terhadap istrinya

Read More

10 Juni 2010

Memerah Saga



Adalah irama hidup,ketika kita merasa lapar,tentu kita butuh makan, ketika kita haus, yang terbayang dalam hasrat kita adalah segelas air, dan ketika kita ngantuk maka semua tempat akan menjadi ranjang empuk untuk mimpi kita. Siklus itu terus berjalan,tanpa pernah berhenti, mengulang dan mengulang, karena waktu sudah berjalan diatas rel yang memang harus dilaluinya. Kadang kejenuhan singgah, kadang kita merasa sedih dan menangis dan kadang kita merasa senang yang berlebihan..

BuyBlogReviews.com


Read More

19 Mei 2010

Hakekat Perkawinan

Perkawinan menurut Sang Nabi, adalah persatuan dan kesatuan. Meskipun demikian harus ada ruang bebas yang membentang antara suami dengan istri. Cintailah satu sama lain, tapi janganlah membuat ikatan cinta antara keduanya. Dengan demikian akan membantang laut yang bergerak antara pantai jiwa laki-laki dengan pantai jiwa pasangannya. Saling isilah gelas pasangan masing-masing tapi jangan sampai terjadi

keduanya minum dari gelas yang sama. Saling berilah roti satu sama lain, tapi jangan sampai makan roti yang sama..
Kita bersatu padu, tapi harus tetap menjaga jarak..berikanlah pasangan kebebasan untuk bergerak, yaitu bergerak atas restu darii keduanya..sepengetahuan dari sang suami dan sang istri. Sehingga akan nampak dzohir yang bergerak, lepas dan bebas, tapi dalam kebebasan itu tetap mempersembahkan bakti terbaik untuk keduanya.
Perkawinan adalah lembaga, demikian juga anak..dan sebagai lembaga tidak mungkin keduanya harus tunduk seratus persen atas kehendak sang suami atau sang istri. Masing – masing keduanya mempunyai kebebasan, yaitu kebebasan dalam keterikatan.. kebebasan dalam mengekspresikan kudrat sang laki-laki dan kudrat sang perempuan..
Cinta dalam perkawinan adalah api yang tidak harus dipaksa untuk berkobar, dengan bantuan angin teropong, atau kibasan..karena api yang dipaksa untuk menyala, hanya akan terang ketika teropong masih terpasang, untuk kemudian yang tersisa adalah asap pekat yang membuat mata perih dan menangis..berikanlah kenyamanan pada keduanya, bukan kehangatan .. berikanlah kedamaian pada keduanya tapi bukan kepuasan……
Perkawinan adalah bahtera kecil yang mengapung diatas gelombang laut luas..pastikan arah tujuan dalam ketidaktahuan arah, dan tetaplah berpegang pada satu jalur keyakinan sebagai pedoman.. jangan berusaha untuk mengambil alih kemudi masing-masing. berikan kepercayaan antara satu sama lain, saling mengingatkan, dan menerima untuk di ingatkan.
Demikian hakekat sebuah biduk, perkawinan. Saling menjaga keseimbangan kayuh kemudi adalah kunci sukses menuju pulau impian yang dinanti.
Perkawinan adalah ikatan sacral, tapi penuh mystery. Janganlah diantara keduanya saling melontar kata yang akan mengotori kesakralannya, karena sekali kata terucap, akan berbekas dalam hati masing – masing, yang akan selalu di ingat dan dikenang.
Perkawinan itu mystery, sehingga karenanya banyak orang yang memaksa untuk memasuki dinding mystery hanya ingin melihat dan tahu hakekat di dalamnya, sementara sebagian mereka yang sudah berada di dalam, berusaha untuk keluar, untuk kemudian dia berusaha memasukinya lagi.
Perkawinan adalah sebuah taruhan, dimana sang laki-laki mempertaruhkan kebebasannya dan sang perempuan mempertaruhkan kebahagiaannya…….




Blog Advertising
Read More

12 Mei 2010

Kemana Aku Alamatkan Suara hati

Jika jalan itu masih panjang aku lalui..
Dimana ada tempat teduh, untuk aku baringkan sejenak lelah hati, dan memejamkan mata tuk kujumpai mimpi indah semalam yang belum tuntas ku lanjuti. Bermusim sudah kelelahanku, dan bekas kebersamaan sebagian telah menghitam dan hilang, digilir waktu

Jika jalan itu masih panjang aku lalui..
Dimana ada tempat teduh, untuk aku baringkan sejenak lelah hati, dan memejamkan mata tuk kujumpai mimpi indah semalam yang belum tuntas ku lanjuti. Bermusim sudah kelelahanku, dan bekas kebersamaan sebagian telah menghitam dan hilang, digilir waktu, yang terus bergulir menggerus detik ke menit, bulan dan tahun..tapi aku masih disini, ditempat ini, menanti tak berkesudahan, tak berujung entah dimana batas akhir itu.
Jika jalan itu masih panjang aku lalui...
Adakah tempat untuk aku, tanggalkan sebentar saja, rasa hati, agar air mata tidak tersumbat menjadi perih. Nyeri di hati mungkin tidak harus aku ceritakan lagi luka tak mungkin dapat kuhitung dengan bilangan dan angka.
Dan Jika jalan itu masih panjang aku lalui,
Aku titipkan saja pesan ini, kepada Engkau; rumput, cabang, dan ranting daun, tentang sebuah tanya, tak tahu kepada siapa aku alamatkan dan untuk apa aku tanyakan.
Tapi, dari hati yang paling dalam, ada terbersit semburat yang ingin aku sampaikan, satu kata saja
Aku sudah lelah..

Read More

Hati Yang Tercecer

Ini dari seruan hati yang paling dalam,
kepada palung dan tebing harapan,tolong buka kan gate kepastian
untuk aku, yang masih jaga disini,
tak kan ku bangunkan jiwaku yang terlelap


Ini dari seruan hati yang paling dalam,
kepada palung dan tebing harapan,tolong buka kan gate kepastian
untuk aku, yang masih jaga disini,
tak kan ku bangunkan jiwaku yang terlelap
karena pagi belum pernah menyapaku sejak dini hari tadi
aku yang masih jaga disini,
menanti malam lingsir dan pergi

Ini dari seruan hati yang paling dalam
suara bathin yang memanggil mu cita dan suka
berikan aku kepastian
agar tenang rohku ketika menyambangiku kelak

ini dari seruan hati yang paling dalam
tolong berikan aku kepastian........

Read More

11 Mei 2010

Kemana Aku Alamatkan Suara hati

Jika jalan itu masih panjang aku lalui..
Dimana ada tempat teduh, untuk aku baringkan sejenak lelah hati, dan memejamkan mata tuk kujumpai mimpi indah semalam yang belum tuntas ku lanjuti. Bermusim sudah kelelahanku, dan bekas kebersamaan sebagian telah menghitam dan hilang, digilir waktu, yang terus bergulir menggerus detik ke menit, bulan dan tahun..tapi aku masih disini, ditempat ini, menanti tak berkesudahan, tak berujung entah dimana batas akhir itu.
Jika jalan itu masih panjang aku lalui...
Adakah tempat untuk aku, tanggalkan sebentar saja, rasa hati, agar air mata tidak tersumbat menjadi perih. Nyeri di hati mungkin tidak harus aku ceritakan lagi luka tak mungkin dapat kuhitung dengan bilangan dan angka.
Dan Jika jalan itu masih panjang aku lalui,
Aku titipkan saja pesan ini, kepada Engkau; rumput, cabang, dan ranting daun, tentang sebuah tanya, tak tahu kepada siapa aku alamatkan dan untuk apa aku tanyakan.
Tapi, dari hati yang paling dalam, ada terbersit semburat yang ingin aku sampaikan, satu kata saja
Aku sudah lelah.. Read More

08 Mei 2010

Dimana letak kecantikan seorang wanita?

Kecantikan wanita, ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensitivitas dan kecintaan pria

Kecantikan wanita itu ada pada kelembutan sikapnya

Kecantikan wanita itu berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat, hingga pria merasa tenteram di sampingnya

Kecantikan wanita berada dalam senyumnya yang menambah kecantikannya serta membuat gembira pria.

Kecantikan wanita itu berada pada intelektual. Bukan ilmu yang di peroleh dari ijazah formal, melainkan dari ilmu yang berasal dari sumber-sumber Islam yang jernih.

Kecantikan wanita di peroleh dari seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak, masyarakat dan umat

Kecantikan wanita berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi Read More
Related Posts with Thumbnails
Loading