google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 usi2506.Blog Suka-Suka: Religion google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan

17 Agustus 2010

Ajaran ESQ Sesat dan Menyesatkan



Jika anda merasa kaget dengan judul tulisan diatas, terlebih lagi saya, yang sudah dua kali mengikuti training ESQ yang di motori oleh mas Ary Ginanjar. Betapa tidak program ESQ yang intinya "mengenal Allah sebagai pencipta, melalui bukti penciptaan alam, yang di hubungkan dengan ilmu pengetahuan manusia tersebut, belum lama ini di cap sebagai ajaran sesat ala "Ary Ginanjar".

Jika benar kenyataannya begitu, maka saya sangat kecewa sekali, bukan karena saya pernah mengikuti trainingnya beberapa kali, akan tetapi, mengapa fatwa "sesat tersebut baru kemudian di umumkah setelah ESQ memiliki ratusan ribu pengikut dan simpatisan. Saya tidak akan membahas hal ini terlalu berpanjang lebar, takut salah bicara, Mungkin akan lebih baik jika anda saya bawa pada artikel yang saya kutip dari sebuah situs : Arohmah.com untuk lebih jelasnya silahkan anda baca artikel di bawah ini, atau jika masih kurang yakin anda boleh klik link yang saya tulis di atas:



JAKARTA (Arrahmah.com) - ESQ akhirnya dinyatakan sesat dan menyesatkan. Demikian kesimpulan dari diskusi Forum Komunikasi Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) yang ke 58 yang diadakan di Gedung Intiland, Jakarta, Kamis (29/7). Sayangnya Ary Ginanjar, presdir ESQ Leadershi[ Centre tidak hadir untuk menolak secara terbuka kesimpulan tersebut.

Benarnya Fatwa Mufti Malaysia

The Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) yang diajarkan Ary Ginanjar Agustian selama 10 tahun belakangan ini ternyata sesat dan menyesatkan. Pasalnya, training ESQ yang sudah diikuti lebih dari 850.000 orang di Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda dan AS dengan biaya amat mahal itu, ternyata mengandung ajaran sinkretisme, liberalisme, pluralisme dan dapat menjadikan zindiq dan kufur.

Maka benarlah apa yang dikatakan Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, Datuk Haji Wan Zahidi Bin Wah Teh, yang melarang ajaran ESQ Ary dikembangkan di Kuala Lumpur, Putra Jaya dan Labuan Malaysia, karena dianggap sesat dan menyimpang dari aqidah Islam.

Demikian antara lain kesimpulan dari diskusi Forum Komunikasi Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) ke 58 yang diadakan di Gedung Intiland, Jakarta, Kamis (29/7). Turut berbicara KH Amin Djamaluddin (Direktur LPPI), KH Anwar Ibrahim (Ketua Komisi Fatwa MUI), Bernard Abdul Jabbar (Mantan Missionaris Kristen) dan KH Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI). Sedangkan Ary Ginanjar Agustian (Presdir ESQ Leadership Centre) yang sudah berkali-kali menyatakan bersedia hadir ternyata mengingkari janji dengan dalih ada undangan ke Malaysia.

Sesat & Menyesatkan Karena Menjurus Kepada Syirik

Menurut Amin Djamaluddin yang dikenal sebagai ulama ahli aliran sesat, Ary dengan sengaja telah menyampaikan ajaran sesat dan menyesatkan orang lain melalui buku yang ditulisnya "Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual". Sebab dalam buku itu penuh dengan ajaran sinkretisme, pluralisme, liberalisme sehingga menjurus pada zindiq dan kufur bahkan syirik. Ary juga mengajarkan agar umat Islam tidak percaya dengan mukjizat para Nabi termasuk mukjizat Nabi Muhammad SAW, karena dianggap tidak masuk akal.

"Setelah saya teliti, dalam buku tersebut Ary sesat dan menyesatkan dengan sengaja mencampur adukkan ajaran Islam dengan Kristen, Yahudi, Hindu dan Buddha. Selain itu Ary menggunakan kebebasan berfikir untuk menafsirkan Al Qur'an dan Hadis, padahal dia bukan ahli Tafsir dan ahli Hadis, sehingga tafsirannya ngawur sekali. Selain itu Ary juga menafsirkan 99 sifat Allah dalam Asmaul Husna bisa juga menjadi sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Jadi seolah-olah manusia bisa meniru Allah sehingga bisa menjurus pada kemusyrikan. Apalagi Ary tetap meyakini suara hati sebagai sumber kebenaran, bukan Al Qur'an dan As Sunnah sebagai sumber kebenaran," tegasnya.

Pendapat Amin Djamaluddin itu diperkuat dengan pendapat Bernard Abdul Jabbar yang mampu membuktikan bahwa ajaran dalam buku yang ditulis Ary itu ternyata secara diam-diam diambil dari kitab injil, kitab taurat dan kitab weda yang merupakan kitab suci Hindu. Memang sebelumnya Ary bertahun-tahun menjadi dosen Universitas Udayana Bali sehingga bergaul akrab dengan orang Hindu Bali.

ESQ Wajib Koreksi Diri

Sementara itu KH Anwar Ibrahim meragukan ajaran ESQ, karena penuh dengan liberalisme dan pluralisme, yang menganggap semua agama adalah benar. Pasalnya, sewaktu Ary mendirikan ESQ tahun 2000 bertepatan dengan lahirnya gerakan Islam liberal di Indonesia yang diwakili JIL (Jaringan Islam Liberal).

"Apakah orang seperti Ary Ginanjar bisa dijadikan rujukan dalam memahami Al Qur'an dan As Sunnah, sementara Ary sendiri tidak mampu berbahasa Arab sehingga keahliannya dalam memahami litelatur Islam sangat diragukan," ungkap Anwar Ibrahim yang pernah studi Islam di Madinah dan Kairo tersebut.

Sedangkan KH Muhammad Al Khaththath menyebut ajaran Ary bisa menjurus pada kesyirikan. Pasalnya, para peserta ESQ dimintanya untuk meneladani sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna.

"Saya menyayangkan mengapa tidak ada pelajaran syariah dalam training ESQ, yang ada hanya aqidah dan itupun sudah menyimpang dari pokok ajaran Islam dan menjurus pada kesyirikan," tegasnya.

Sementara itu Amin Djamaluddin mengusulkan umat Islam jangan hanya menerima permintaan maaf Ary saja, tetapi wajib mengumumkan di berbagai media massa mengenai kekeliruan dan kesesatan yang terdapat dalam bukunya dan modil trainingnya sehingga bersedia untuk mengkoreksinya. Selain itu Ary juga harus merombak modul dan materi dalam trainingnya sehingga tidak menyesatkan para peserta training. Pasalnya, kalau hanya mengandalkan ucapan permintan maaf saja, nanti dikhawatirkan akah dikhianati, sehingga dia kembali mengajarkan ajaran sesatnya untuk merusak aqidah umat Islam. Sebab selama ini Ary dikenal suka berubah-ubah dan tidak konsekwen dalam ucapannya.

Sumber : Suara Islam

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...




Read More

18 Juni 2010

Humor di Lihat dari Sudut Pandang Islam

Humor dan guyon mungkin sudah bukan hal yang aneh lagi. Ketika seseorang mulai marah karena omongan kita, kita akan berkata,"akh, jangan marahlah kawan, itu kan cuma guyon.." demikian juga ketika seseorang yang kita cintai ngambek pada kita, kita mungkin akan langsung membelai dan menghiburnya dengan kata-kata yang membuat dia senang,apakah itu dengan merayunya atau dengan guyonan-guyonan yang bisa memancing dia bisa tertawa lagi.

Seperti sebuah kekuatan magis, humor memang sangat jitu menghipnotis orang. Ketika kita tidak berani menegur seorang teman; karena rasa sungkan atau takut dia tersinggung,cara jitu untuk mengatasinya mungkin teguran yang di sertai guyon, begitu juga ketika kita melihat sesuatu yang bersebrangan dengan selera kita, dan kita tidak berani menyampaikannya, maka trik nya adalah dengan guyon. Dengan humor atau guyon maka suasana yang tegang bisa kembali menjadi cair dan tidak kaku. Tidak jarang para Dai, atau ulama menyisipkan Humor dan Guyonannya untuk menarik para audience pada materi yang sedang di sampaikannya.

Nabi Muhammad sendiri suka guyon dan melemparkan humor-humor segar terhadap sahabat-sahabatnya, atau kepada istri-istrinya, bahkan dalam salah satu riwayat dikatakan bahwa sang nabi pernah tertawa sampai kelihatan gigi-gigi geraham nya yang putih.



Lalu bagaimana Humor ditinjau dari sudut pandang Islam? Sebagaimana ditulis oleh seorang teman saya dalam /2005/11/27/humor-dalam-islam/">Tausiyah 275/Humor dalam Islam sebelum kita membahas lebih lanjut, kita mungkin tahu bahwa tertawa adalah fitrah, artinya Allah telah memberikan rasa senang dan suka yang diwujudkan dalam bentuk aksi berupa tertawa. Islam tidak melarang kita tertawa itu artinya Islam memperbolehkan kita untuk guyon atau humor.Akan tetapi tentu bukan tanpa batasan, yaitu: selagi tertawa tersebut masih dalam koridor kewajaran dan pantas(dalam pengertian positip). Kita tentu masih ingat tokoh kharismatis NU Gusdur yang dikenal sangat nyeleneh karena guyonan-guyonannya bahkan ketika beliau menjabat sebagai Presiden pun beliau masih akrab dengan guyonan guyonan segarnya,sebagaimana bisa anda baca di blog /post/detail/9098/guyonan-ala-gus-dur">Rahmatan Lil'alamin/Guyonan ala Gusdur


Nabi Muhammad sendiri suka guyon dan melemparkan humor-humor segar terhadap sahabat-sahabatnya, atau kepada istri-istrinya, bahkan dalam salah satu riwayat dikatakan bahwa sang nabi pernah tertawa sampai kelihatan gigi-gigi geraham nya yang putih. Diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi pernah dihampiri oleh seorang nenek tua beberapa saat setelah beliau menyampaikan da'wahnya. Sang nenek bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah wanita setua saya bisa masuk syurga? dan kata Nabi, "Di syurga tidak ada nenek-nenek". Mendengar penjelasan dari Nabi tersebut, mundurlah sang nenek sambil menangis. Dan tidak berapa lama kemudian Nabi menghampirinya lagi, lalu berkata,"Di syurga itu tidak ada nenek-nenek, karena penghuni Syurga semua nya adalah belia, demikian juga engkau wahai nenek, engkau akan kembali menjadi belia lagi jika engkau menjadi penghuni syurga kelak". mendengar penjelasan Nabi tersebut maka ceria lah sang nenek.

yang menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana jika humor itu ditujukan kepada seseorang,dimana tujuannya untuk menjatuhkan atau membuka aib orang tersebut? atau melecehkan seseorang yang dijadikan sebagai tokoh panutan dan teladan? atau menjatuhkan seorang Imam terhadap para jamaahnya, atau bahkan menjelek-jelekkan para nabi dari Agama tertentu? Baca /wiki/Karikatur_Nabi_Muhammad_Jyllands-Posten">Wikipedia Karikatur Nabi Muhammad/Jyllands-Posten
Meskipun Jyllands-Posten mengatakan penerbitan gambar-gambar ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun, sebagian orang (baik Muslim dan non-Muslim) menganggap gambar-gambar tersebut adalah penghinaan terhadap Islam dan menunjukan Islamofobia di Denmark.

Sebagai reaksi atas artikel itu, dua kartunis telah menerima ancaman pembunuhan sehingga mereka terpaksa bersembunyi. Menteri luar negeri dari sebelas negara Islam mendesak pemerintah Denmark untuk menindak surat kabar yang menerbitkan karikatur di atas dan juga meminta maaf. Perdana Menteri Denmark, Anders Fogh Rasmussen berkata, "Pemerintah Denmark tidak akan meminta maaf karena pemerintah tidak mengontrol media atau surat kabar; itu adalah pelanggaran dari kebebasan berbicara," namun Rasmussen juga berkata bahwa ia "sangat menghormati penganut agama. Tentu saja saya tak akan pernah memilih untuk menggambarkan simbol keagamaan dengan cara tersebut."[6]

Jyllands-Posten sendiri telah meminta maaf karena telah menghina umat Muslim, namun tetap berpendapat bahwa mereka berhak menerbitkan karikatur tersebut, dengan alasan bahwa fundamentalisme Islam tidak dapat mengontrol hal-hal yang dapat diterbitkan media di Denmark.

Demikian juga halnya dengan anekdot yang tokoh sentralnya adalah seorang tokoh atau seorang Presiden.Tentu kita masih ingat Ketika Presiden Soeharto lengser dari jabatan presidennya, maka banyak bermunculan buku-buku hitam yang mengupas tentang kehidupan Pak harto termasuk buku-buku humor yang membidik pak Harto dan keluarga Cendananya. Beberapa contoh lain tentang humor seputar para tokoh; bisa anda unduh dari koleksi usi2506 Gerrplus/Zidu.com"target=blank">
"target=blank">


atau anda bisa membaca lebih lanjut tentang humor dan Agama Islam pada situs web ini:


Blog Advertising
Read More

29 Mei 2010

Wajibkah Istri Bisa Masak dan Menyapu?

DR. Yusuf Qordowi, berpendapat bahwa seorang istri harus wajib bisa memasak, menyapu, dan mengepel serta membersihkan rumah, dalam arti menata dan merapihkan rumah tempat tinggal mereka. Kenapa semua itu harus bisa dilakukan oleh seorang istri? Menurutnya, karena untuk menunjukkan imbal balik pada sang suami yang telah mencarikan dia dan anak-anaknya napkah.

Namun, banyak pula ulama yang berpandangan bahwa, memasak dan menyapu bukanlah urusan yang wajib bisa dilakukan oleh seorang istri karena hal tersebut masih bisa digantikan oleh pembantu; artinya jika mereka (istri dan suami) sepakat untuk mengangkat seorang pembantu, dan menggantikan pekerjaan istri; seperti memasak, menyapu dan mengepel, maka maka kewajiban itu gugur dengan sendirinya.
Read More

Bacaan Do'a Mengubah Kristal Dalam Air Menjadi berkilauan

ni bukan cerita fiktif atau dongeng. Kejadian ini benar-benar terjadi di Jepang, dimana Dr. Masaru Emoto, dari Universitas Yokohama Jepang, karena sangat tertarik pada perilaku air, maka dia mengadakan sebuah penelitian terhadap air dan kristal yang ada di dalamnya dengan tekun.Air murni yang di dapat dari mata air yang ada di pulau Honshu, dia letakan dalam sebuah wadah. Setelah riak dalam air itu tenang, kemudian dia mengucapkan kata "Arigato" (Bhs: jepang = terima kasih).Dalam beberapa menit kemudian,


tiba-tiba kristal dalam air tersebut perlahan-lahan berubah bentuk, menjadi sangat indah dan bagus. Lalu dia coba lagi dengan kata lain, kali ini dia mengucapkan kata "setan", dalam beberapa detik kemudian kristal dalam air itupun berubah menjadi bentuk yang sangat jelek. Masih penasaran dengan perilaku kristal tersebut, akhirnya dia mengambil sebuah piringan musik, dan diputarnya lagu : sebuah sympony Mozart perlahan-lahan kristal tersebut berubah bentuk menjadi bunga, yang sempurna dan cantik.
Ketika itu dia terpikir untuk melihat perubahan lainnya, kali ini dia mencoba membacakan doa-doa Agama Islam, dan tanpa di duga, tiba-tiba kristal dalam air itu berubah menjadi segi enam, dengan lima cabang daun yang berkilauan..sungguh menakjubkan.
Read More

01 Mei 2010

LATAR BELAKANG BUDAYA ISLAM

Arabia jaman pra-Islam
Iman Islalm menganggapnya sebagai penghujatan apabila ajaran Alqur’an maupun Muhammad dikatakan bersumber pada adat istiadat, budaya, dan kepercayaan jaman pra-Islam. Itu sebabnya orang-orang Muslim tidak pernah melakukan penelitian secara mendalam untuk mengetahui apa yang dimaksudkan dengan Arabia jaman pra-Islam.
Ahli-ahli Barat sajalah yang mengungkap sejarah masa lalu untuk menemukan sumber-sumber budaya dan kesusasteraan yang dimanfaatkan Muhammad dalam membangun agamanya dan juga Alquran itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa setiap referensi dari Barat mengenai agama Islam selalu dimulai dengan suatu pendahuluan menceritakan Arab di masa pra-Islam dan pengaruhnya terhadap pengajaran dan ritus-ritus keagamaan yand dianut Muhammad.
Latar belakang sejarah Islam tidak dapat diabaikan. Jikalau sumber dan asal-usul Islam dapat ditelusuri dan ditemukan dalam kepercayaan , adat-istiadat, dan budaya Arab jaman pra-Islam, berarti doktrin-doktrin yang menyatakan bahwa keimanan Muhammad dan Alquran yang diturunkan langsung (dari surga dan tidak berasal dari dunia dan tangan-tangan manusia) adalah menjadi doktrin yang bermasalah.

Alasan Yang Berputar-putar
(Circular Reasoning)
Umat Islam seringkali berargumentasi dengan menggunakan jalan berpikir berputar-putar. Mereka berdalih bahwa Islam dan Al-quran diturunkan langsung dari surga, sehingga tidak mungkin ada sumber-sumber atau bahan-bahan duniawi yang dapat digunakan untuk mengkonstruksinya. Mereka selalu berasumsi demikian.
Namun para cendekiawan Barat tidak dapat menerima asumsi yang dilakukan sekenanya saja. Karena sebagaimana yang kita lihat, iman Islam dan Al-quran sendiri dapat dilihat secara lengkap dan sempurna dalam lingkup kepercayaan, adat-istiadat, dan budaya Arab di jaman pra-Islam.
Perhatian khusus akan diberikan pada hasil karya awal yang ditulis oleh Julius Wellhausen, Theodor Noldeke, Joseph Halevy, Bell, J. Arberry, Wendell Phillips, W. Montgomery Watt, Alfred Guillaume, dan Arthur Jeffery. Penelitian linguistic dan arkeologi yang dilakukan sejak pertengahan ke dua abad 19 telah mengungkapkan banyak bukti bahwa Muhammad mengkosnstruksi agamanya dan Al-quran dengan mengambil bahan-bahan yang berasal dari budaya Arab.

Makna Islam
Sebagai contoh awal, kata “Islam” tidaklah diwahyukan dari surga atau diciptakan oleh Muhammad. Kata itu adalah kata Arab yang aslinya merujuk kepada sifat kejantanan dan mendiskripsikan seseorang yang gagah berani dan jantan dalam pertempuran. Dr. M. Bravmann, seorang sarjana dan ahli mengenai Timur Tengah, mendokumentasikan hasil kerjanya yang sangat mengagumkan, dalam bukunya yang berjudul “The Spiritual Background of Early Islam”
Islam asalnya merupakan konsep sekuler yang menunjukkan suatu budi luhur dalam pandangan orang Arab primitive; berani menantang maut, kepahlawanan; siap mati dalam pertempuran.
Kata “Islam “ semula sebetulnya, bukan berarti”kepatuhan”atau “berserah-diri” sebagaimana yang dikira banyak orang. Sebaliknya, kata itu berarti kekuatan yang menjadi ciri pejuang padang pasir yang akan bertempur sampai mati buat suku bangsanya kalau mereka menghadapi rintangan yang tidak mungkin diterobos sekalipun. Kata islam baru kemudian secara perlahan-lahan mengalami perubahan arti yaitu menjadi kepatuhan, tuduk, seperti yang didemonstrasikan oleh: Dr. Jane Smith di Universitas Harvard.

Kehidupan Ksekuan Jaman Pra-Islam
Aspek masyarakat kesukuan pada jaman Arab pra-Islam menjadi acuan dari banyak hal yang dapat ditemukan dalam Islam masa kini. Misalnya, adalah sesuai dengan moral Arab pada waktu itu mebenarkan suku yang satu melakukan penyerangan kepada suku-suku lain dengan tujuan untuk memperoleh kekayaan, istri-istri dan budak-budak, sehingga mengakibatkan suku-suku di sana secara terus-menerus berperang antar mereka sendiri.
Suku-suku padang pasir hidup dengan menganut aturan “mata ganti mata, gigi ganti gigi”. Pembalasan selalu dicanangkan bilamana ada perbuaan yang menyakiti salah satu anggota dari suatu suku.
System hukum yang kejam tersebut diikuti oleh suku-suku Arab pengembara. Bagi mereka memotong tangan kanan, kaki atau kepala seseorang merupakan hal yang wajar-wajar saja, tidak ada masalah. Lidah dapat dipotong, telinga dipotong, bahkan mata dicungkil sebagai hukuman atas berbagai kejahatan.
Tindakan membokong seseorang dan menggorok leher dan mengirisnya dari telinga satu ketelinga lain, dipandang sebagai perbuatan yang benar dalam situasi tertentu. Dan algojo yang melakukannya dipandang sebagai pahlawan.
Memaksa orang menjadi budak atau menculik para wanita dan membawamereka ke dalam harem (selir), serta memperkosa mereka, semuanya dianggap patut-patut saja. Keadaan dan kondisi Arab yang keras menciptakan masyarakat kesukuan yang keras pula di mana tindakan kekerasan menjadi normanya. Dan kekerasan masih merupakan attribute dalam masyarakat Islam.

Sebuah Contoh di Alam Modern ini
Pengenaan fatwa mati yang mengenaskan bagi Salman Rusdhie adalah contoh dari tindakan kekerasan Arab yang dilakukan di alam modern ini.
Dihukum mati karena menulis sebuah buku yanb mengungkapkan hal-hal yang tidak menguntungkan Muhammad, merupakan sesuatu yang tidak bisa dipahami atau ditoleransi masayarkat Barat. Namun bagi orang Muslim Arab, hal itu sangat masuk akal. Doctor William Montgomery Watt dari Universitas Edinburgh menyatakan:

“Perlu dikatakan bahwa orang-orang Arab tidak beranggapan bahwa membunuh seseorang adalah merupakan sesuatu yang salah pada hakekatnya. Perbuatan itu baru disebut salah kalau orang tersebut adalah anggota dari keluarga besar atau keompok persekutuannya, karena dalam Islam ini berarti pembunuhan terhadap sesama orang beriman”.

Rasa takut kepada pembalasan dendam juga akan membuat orang tidak membunuh salah satu anggota dari suku yang kuat. Namun dalam kasus lain tidak ada alas an untuk melarang membunuh.
Di Amerika Serikat, pergerakan masyarakat Muslim berkulit hitam mencatat suatu riwayat tindak kekerasan yang tidak terpuji. Tindak kekerasan tersebut termasuk membunuh para pemimpin mereka sendiri.

Pembunuhan
Sungguh menarik untuk menyimak bahwa kata dalam bahasa Inggris “assassin”, sesungguhnya terambil dari bahasa Arab. Bahasa inggris mengambil kata itu dari bahasa latin “assassinus”. Bahasa Latin mengambilnya dari bahasa Arab “hashshashin”. Dalam bahasa Arab kata hashshashin secara literal berarti “orang yang menghisap ganja” dan digunakan untuk mendiskripsikan orang-orang muslim yang menghisap ganja yang merangsang mereka hingga “mabok-religius” sebelum mereka melakukan pembunuhan atas musuh-musuh mereka.
Kata tersebut masuk kedalam khasanah perbendaharaan kata-kata bahasa Eropa melalui suatu Sekte Muslim yang menamakan diri mereka “Kelompok Assassins” yaitu kelompok yang meyakini bahwa Allah memanggil mereka untuk membunuh orang-orang sebagai suatu tugas suci.
“Kelompok Assassin menteror Timur Tengah dari abad ke-11 sampai abad ke-13 sesudah Masehi dan bahkan membuat Marcopolo, seorang penjelajah Barat, sampai merasa takut akan hidupnya.
(next published))))). Read More
Related Posts with Thumbnails
Loading