google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 Dari Hati Seorang Wanita: "Ya Allah Mengapa Suamiku Lebih Suka Kumpul Bersama Teman-Temannya Dari Pada Duduk Disamping Istrinya?" google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

15 Juni 2010

Home » » Dari Hati Seorang Wanita: "Ya Allah Mengapa Suamiku Lebih Suka Kumpul Bersama Teman-Temannya Dari Pada Duduk Disamping Istrinya?"

Dari Hati Seorang Wanita: "Ya Allah Mengapa Suamiku Lebih Suka Kumpul Bersama Teman-Temannya Dari Pada Duduk Disamping Istrinya?"



Ya Allah..Apa yang salah dari diriku? Kenapa suamiku tidak pernah betah duduk berlama-lama disampingku? Apa yang salah dari aku ya Allah, Adakah sesuatu kelalaian, yang menyebabkan suamiku lebih suka berkumpul, bercanda, tertawa dengan teman-temannya, daripada bersenda dengan aku dan anak-anaknya..Ya, Allah..


Demikian sepenggal doa pilu, yang pernah aku dengar dari mulut seorang wanita. Doa pendek yang diulang-ulang,seperti ingin mempertegas sebuah permintaan, dan harapan untuk seseorang yang dia cinta, yang sekarang telah menelantarkan hatinya. Kata tak pernah di sambut kata, dan tanya hanya disambut dengan anggukan tak berarti.



Saya disini; akan berbicara tentang perempuan, yang telah menghabiskan waktunya, berbakti kepada sang suami,dengan harapan mendapat imbalan kasih sayang, mendapatkan dekap kehangatan, namun yang ia dapat kemudian hanya perlakuan yang menyakitkan.Keacuhan dan rasa tidak butuh justru yang dia rasakan. lalu , apa lagi yang harus dia lakukan? jika semua laku dan sikap,sebagai gambaran kasih nya itu, tak juga bersambut baik di hati sang suami?

Sesungguhnya, sang suami telah melupakan kodrat istrinya sebagai mahluk lemah. Mahluk yang terlalu sering digerakan oleh perasaan hatinya. Mahluk yang selalu bertanya:"Kenapa?" ..

Wahai kaum pria, Wanita dengan penuh amanah menunjukkan kepadamu,jalan terdekat untuk menggapai hatinya,dan untuk menjamin kecintaan dan ketaatannya. Sesungguhya dia ingin berkata:

Wahai, suamiku..hendaklah engkau mengucapkan kata-kata yang baik, kepadaku, kepada anak-anakmu, supaya ada ketenangan dan kedamaian dihati istri dan anak-anakmu..Tunjukkan keluhuran budi, dan kehalusan tutur untuk mereka..engkaulah naungan hati mereka dan diriku, ..



Demikianlah wahai para suami,dengarkanlah jerit para istri-istrimu ketika mereka mengadu dan berkata lirih kepada tuhannya. Perempuan tidak mempunyai ungkapan yang lebih mendidik, yang dapat memberimu petunjuk selain sabda Nabi SAW:

Orang mu'min yang paling sempurna imannya aalah orang ang paling baik diantara kalian, dan yang paling baik kelakuan terhadap istrinya

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading