google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 Waspadai sakit Kepala google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

10 Mei 2010

Home » » Waspadai sakit Kepala

Waspadai sakit Kepala




tak berlebihan bila sebuah obat antinyeri beriklan semacam ini, “Yang pernah sakit kepala, tahu XXX (merek obat sakit kepala populer).” Asumsinya, sakit kepala memang merupakan pengalaman yang sangat umum. Sebagian besar orang pernah merasakan sakit kepala dalam hidupnya.

Sakit kepala dalam ilmu kedokteran dianggap sebagai sejumlah kondisi ketidaknyamanan yang terjadi di kepala, disebabkan terganggunya struktur sensitivitas rasa nyeri dalam kepala dan leher. Sensitivitas itu meliputi pembuluh darah, susunan saraf, otot-otot, jaringan, mata, telinga, sinus, dan area mucus. “Itu sebabnya, penyebab dan penanganan sakit kepala sangatlah beragam,” kata dr. Vivien Puspitasari, Sp. S., dari Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Jakarta.

Untuk sakit kepala primer, seperti migrain, tension headache dan sakit kepala tipe cluster, menurut dr. Vivien, tidak terlalu membahayakan. Namun untuk sakit kepala sekunder, yang penyebabnya mulai sinusitis, infeksi rongga mulut sampai adanya proses tumor, dan infeksi atau gangguan otak lainnya, harus segera ditangani dan diobati sesuai penyebabnya.

“Selain itu, waspadai sakit kepala yang dari waktu ke waktu makin berat, hingga bermacam obat sakit kepala tak mempan lagi menghilang¬kan sakit. Apalagi bila disertai gejala sering pingsan. Pada kondisi ini, jangan salahkan obat sakit kepala. Anda harus mencari tahu penyebab sakit kepala tersebut ke dokter,” kata dr. Vivien.

Vertigo -- sensasi berputar yang timbul pada diri seseorang terhadap lingkungan, atau lingkungan terhadap dirinya, sehingga ia merasa terputar dan pusing-- tidak digolongkan sebagai sakit kepala karena tidak melibatkan unsur nyeri. “Namun, vertigo pun mesti diatasi dengan mencari sumber penyebabnya,” tambah Vivien.

Enam tipe sakit kepala berikut ini perlu Anda ketahui.
1 Sakit kepala karena tegang (tension headache)
Jenis ini sangat umum terjadi, kronis, dan sakitnya bertahan cukup lama. Biasanya dipicu oleh postur tubuh yang buruk dan ketegangan di kepala.
Tanda: Nyeri yang berawal di belakang kepala terus ke depan, memengaruhi kedua sisi kepala.
Penyebab: Ketegangan otot, terutama otot bahu, punggung atas, pundak, rahang, leher, dan kepala yang mengganggu kerja saraf. Stres, cedera pada bagian leher, pundak, dan sekitarnya juga bisa menimbulkan ketegangan otot.
Pencegahan: Mengurangi ketegangan dan mengelola stres dengan latihan peregangan dan yoga secara rutin.Juga, membiasakan tidur berkualitas dan menjaga postur tubuh yang baik dan seimbang. Fisioterapi dan chiropractic oleh ahli juga bisa membantu mengatasi masalah di seputar leher, punggung, dan tulang belakang.
Mengatasi: Terapi fisik, olahraga teratur, chiropractic, dan akupunktur.

2 Sakit kepala akibat tekanan di otak
Jenis ini berkaitan dengan kemungkinan stroke, penyumbatan pembuluh darah, atau meningitis. Sakit kepala karena tumor otak biasanya diindikasikan dengan tingkat nyeri sakit kepala yang bertambah parah bisa sampai berbulan-bulan.
Tanda: Datang secara tiba-tiba dan rasa sakitnya cukup parah. Lokasinya bisa di mana saja, tergantung area yang terganggu.
Penyebab: Struktur tempurung kepala sangat kaku. Jadi, segala kondisi yang meningkatkan tekanan pada tempurung kepala dapat menimbulkan nyeri.
Pencegahan: Tak ada yang khusus, namun harus segera diatasi.
Mengatasi: Bila penyebab utama telah didiagnosis dengan tepat, maka perawatan yang sesuai harus segera dilakukan.

3 Migrain
Umumnya mengenai satu sisi kepala, kadangkala disertai mual dan sensitif terhadap cahaya dan bunyi berisik. Migrain yang didiamkan bisa berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.
Tanda: Nyeri mendera di belakang kepala, sering juga terasa di tepi dahi dan sekitar mata. Sifat nyerinya berdenyut.
Penyebab: Perubahan reaksi kimia di kepala dan otak. Juga, makanan tertentu seperti keju, cokelat, jeruk sitrus, alkohol. Bisa pula karena stres dan kurang tidur.
Pencegahan: Temukan pemicunya, lalu hindari. Kembangkan gaya hidup sehat, termasuk kebiasaan tidur. Cobalah yoga dan meditasi. Persenjatai diri dengan suplemen peningkat daya tahan tubuh.
Mengatasi: Bila sakit menyerang, berbaringlah di ruang gelap dan tenang. lalu, konsumsilah suplemen magnesium dan vitamin B2 agar migrain tak makin parah. Coba akupunktur untuk mengurangi frekuensi serangan. Coba juga obat jenis aspirin atau obat antimual. Minta ke dokter obat paling tepat untuk persediaan.

4 Sakit kepala tipe cluster (cluster headache)
Nyeri kepala ini tidak terlalu sering ditemui dan tidak berbahaya.
Tanda: Sakit kepala pada satu sisi kepala, terutama di daerah dahi dan mata, sakit kepala berat, disertai kemerahan dan bengkak pada kelopak mata, dan banyak keluar air mata. Kadang-kadang disertai hidung yang berair.
Penyebab: Belum diketahui pasti. Diperkirakan karena seseorang memiliki kepekaan terlalu tinggi pada sistem sarafnya.
Pencegahan: Karena sebab yang belum diketahui pasti, cukup sulit untuk langkah pencegahan yang efektif. Namun, tak ada salahnya mencoba terapi akupunktur, atau konsultasikan kepada dokter.
Mengatasi: Bila obat penahan sakit kepala tidak menolong, sebaiknya konsultasikan kepada ahli saraf.

5 Sakit kepala akibat makanan
Biasanya datang setelah mengonsumsi jenis-jenis makanan tertentu. Misalnya, makanan berpengawet atau mengandung bahan sintetis, seperti MSG. Terlalu banyak kafein dan alkohol juga bisa jadi penyebab. Mungkin pula ada hubungannya dengan tubuh yang mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.
Tanda: Mirip dengan migrain, sakit terasa di belakang kepala dan berdenyut.
Penyebab: Belum diketahui pasti, masih terus diselidiki oleh ilmuwan.
Pencegahan: Membuat catatan tentang makanan dan gejala yang ditimbulkan saat Anda mengonsumsinya. Lakukan selama beberapa minggu untuk melacak tipe makanan pemicu. Begitu Anda kenali tipenya, hindari. Kalau perlu, lakukan tes darah untuk mengetahui jenis alergi yang mungkin Anda alami.
Mengatasi: Bila ada beberapa jenis makanan yang mesti Anda hindari, konsultasikanlah pada ahli nutrisi soal makanan penggantinya. Bila sakit kepala datang, atasi dengan obat yang mengandung parasetamol.

6 Sakit kepala yang tak diketahui sebabnya
Ada sebab tersembunyi yang menimbulkan sakit kepala jenis ini. Penyebabnya sangat beragam sehingga polanya pada masing-masing orang berbeda.
Tanda: Bertahan lama. Makin lama, makin nyeri, atau berubah-ubah dalam hal kualitas rasa nyeri.
Penyebab: Ada beberapa. Dokter dapat memeriksa kemungkinan anemia, efek samping obat tertentu, penyalahgunaan alkohol, gangguan tiroid, infeksi saluran kemih, gangguan tidur, depresi, infeksi sinus, tekanan sebelum masa menstruasi, sampai tekanan darah tinggi.
Pencegahan: Lakukan check-up kesehatan berkala. Hasilnya bisa jadi sumber informasi soal sakit kepala yang Anda alami. Perhatikan gaya hidup yang juga merugikan kesehatan. Berhentilah merokok, berolahraga lebih teratur, dan jalani pola makan yang lebih baik.
Mengatasi: Disesuaikan dengan penyebabnya.

[Dari femina 18 / 2010]

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading