google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 Bahaya Earphone untuk telinga google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8 google-site-verification=UZOJzgQVIWen0hhmMkzbFt_zhpkperI9dij4XvLIaW8

31 Mei 2010

Home » » Bahaya Earphone untuk telinga

Bahaya Earphone untuk telinga



Earphone, mungkin sudah bukan barang aneh lagi untuk kita sekarang ini, bukan saja orang dewasa bahkan anak-anak pun sudah paham apa itu earphone; mereka sudah menjadikan barang ini layaknya kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka. Maraknya teknologi komunikasi seperti telephon selular dan sebagainya, telah menjadikan earphone sebagai aksesoris pelengkap. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa hampir semua telepon genggam atau ponsel dilengkapi dengan fitur musik.Apalagi produk seperti iPod, iPhone, dan MP3 kian merajalela. Akan tetapi tahukah anda efek dari suara bass dan treble yang sering kita dengar dari telinga, justru berbahaya untuk telinga kita?

Mengapa bisa begitu? seperti yang kita ketahui bahwa: ciri penting dari gelombang
yaitu panjangnya satu siklus lengkap mulai dari naik, turun,menanjak lagi sampai ketinggian semula.
Di dunia musik frekuensi mengungkap nada. Nada acuan A dengan frekuensi 440 Hz (Hertz=getaran per detik) terdengar lebih tinggi daripada C-tengah 261,6 Hz. Pada musik akustik, semakin kecil instrumen, semakin tinggi nada yang keluar. Perhatikan panjang pendeknya suling, biola, alto, cello, sampai cotrabass, yang semua sama potongannya tapi berbeda"size" dan tinggi nadanya. prinsipnya ukuran instrument harus sesuai dengan panjang gelombang yang dibangkitkan. ini juga berlaku pada penerimaan gelombang. Intinya; agar gelombang bisa diterima dan ditangkap dengan baik,besarnya alat harus dekat dengan panjang gelombang.

Pembagian Tugas

Berapa panjang gelombang suara? pada derah atas pendengaran manusia gemerincing nada tinggi atau treble mempunyai panjang gelombang yang kurang dari 15 cm. Pada ujung bawah, dentuman suara bass bergemuruh pada panjang gelombang lebih dari 1 meter,sementara nada-nada yang menengah berada diantara keduanya.
Sungguh tidak mungkin menghayati musik sampai mata terpejam-pejam jika hanya mengandalkan satu suara saja untuk semua frekuensi. Tentunya harus ada pembagian tugas. Untuk treble dipasang loudspeaker kecil yang disebut tweeter dengan diameter sekitar 3 cm, lalu agar suara menengah terdengar jelas dan cerah, loudspeakernya harus berdiametre 10 cm. Dan yang sulit adalah untuk nada rendahnya, karena loudspeaker bass yang disebut woofer idealnya harus puluhan sentimeter besarnya. Tidak saja sukar dibuat,akan tetapi kotak atau peti suaranya akan berebut tempat dengan perabot rumah tentunya. karena itu ukuran diameter yang lumrah yaitu antara 25 - 30 cm.
Lantas bagaimana manusia mendengarkan itu semua?
Bukankah penampang telinga dan gendang telinga hanya sekitar 1 cm? kalau dicocokan dengan panjang gelombang suara, sepertinya yang langsung dicerna frekuensi tinggi saja. Bagaimana dengan nada menengah dan Bass?


Menggelegar
Jangan kuatir, telinga tidak berada sendirian, tetapi terpasang di dalam tengkorak kepala, yang ditunjang kukuh oleh tulang tulang tubuh. Pada saat nada menengah dan rendah menyapa manusia, telinga memang tidak bisa berdaya,tetapi untunglah peran pengindera dibantu oleh sekujur tubuh kita. Berkat ukuran badan yang tidak jauh dari panjang gelombang menengah dan Bass,nada-nada itu meresap sebagai getaran pada tulang-tulang,dan pada gilirannya getaran akan tersampaikan ke tengkorak kepala, kemudian dirasakan oleh perangkat telinga,sehingga kita bisa mendengarnya.
Frekuensi tinggi langsung diterima oleh telinga, sementara frekuensi menengah dan rendah di dengar dengan bantuan indera tubuh, efeknya badan terasa seperti terkocok dan bergetar ketika kita mendengar suara bass.
Sekarang, kalau orang memakai Earphone, maka suara hanya ditangkap oleh telinga tanpa melibatkan tubuh kita untuk mengindera, dan tentu saja suara bass akan melayang, tidak berdentum ketika kita mendengarkannya tanpa menggunakan earphone.Dan biasanya untuk memantapkan suara bass, kita lantas menaikan volume earphone. Padahal mungkin saja intensitas suara suara mencapai batas bahaya telinga.
Inilah yang sering tidak kita sadari.

Sumber: Media Iptek

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar anda di sini

Related Posts with Thumbnails
Loading